Auliakartika's Blog

Oktober 13, 2010

cerpen,

Filed under: Uncategorized — manusiacantik11 @ 12:08 am

Penyelidikan di Sekolah Ku

Pagi itu aku bergegas untuk pergi ke suatu tempat. Hati terasa aneh, bingung, bahagia segala nya mejadi satu. Telah kusiapakan koper dan beberapa kardus yang berisi barang-barang ku. Dengan berpakaian rapih dan bersih tak lupa ku kenakan kerudung. Aku siap ke sekolah baruku Pesantren.
Setelah lulus SMP pasti semua anak akan melanjutkan pendidikan di SMA atau yang sederajat. Aku memilih untuk masuk Sekolah Boarding Islam atau pesantren. Aku mau masuk ke pesantren memang usul orang tuaku, tapi aku juga yang menunjuk sekolah yang kupilih. Yaitu Sekolah Islam Mulia di Bogor. Sekolah Islam Mulia sangat bagus dengan fasilitas yang sangat baik. Outbound, kolam renang, asrama adalah sebagian dari fasilitas nya. Pada kelas 3 SMP aku sudah observasi ke sekolah ini dan aku suka sekolah ini! Akhirnya seusai kelulusan SMP aku langsung mendaftar ke sekolah itu. alhamulillah aku di terima di sekolah itu.
Sekitar pukul 7 pagi aku sampai di pesantren itu setelah 2 jam perjalan dari rumah. Sekolah nya sangat besar dengan asrama yang baik. Orang tuaku langsung menuju ruang pendaftaran sambil menaruh barang-barangku. Sedangkan aku langsung berjalan-jalan sekitar sekolah dan berkenalan dengan teman baru. Tak lama kemudian teman SMP dan SD ku Shita dan Nanda menyapaku. Kita tak menyangka bahwa akan satu sekolah lagi. Pukul 8 tepat semua murid SMA baru dibariskan di depan sekolah. Kepala Sekolah melakuakan sambutan pertamanya lalu di lanjutkan dengan sambutan ketua osis Aulia. Aku baru menyadari bahwa bila ada OSIS pasti akan ada ospek di sekolah. Itulah hal yang paling menyebalkan bila kita pindah jenjang pendidikan.
Selang beberapa menit pengumuman ospek dan ruangan pun di umumkan. Aku akan tinggal di ruang asrama no 11 lantai 2 bersama teman baruku Sohee, Riskia dan teman lamaku Sitta. Kelompok ospek Sitta, Soyoung, Lia, Nurul, Indah dan Lina. Mempunyai teman baru memang mengasyikan! Tapi ospek tetap membuat ku malas. Ospek di mulai dengan doa bersama, karena ini sekolah islam jadi kita membaca al-Qur’an bersama-sama. Setelah itu kita diperkenalkan dengan kakak-kakak yang akan mengospek kita ada ketua osis kak aulia serta anggotanya Luna, Amira, Nadya, Tasya, Lisa, Agung, Duna, Rido, Nando, Ande, dan Doni. Mereka akan menjadi ketua-ketua dari setiap kelompok mos yang ada. Ketua keompoku adalah kak Amira. Dia baik dan cantik tapi selalu membicarakan kak Doni. Hari pertama ospek tidak telalu berat karena kita disibukan dengan membereskan barang-barang dan berpamitan dengan orang tua. Keesokan harinya atau hari kedua ospek, kami di suruh membuat papan nama dari nama buah (seperti ospek biasanya) dengan menggunakan seragam SMP. Lalu di suruh berjalan di area outbound yaitu sawah sambil membaca surat al-Qur’an. Setelah itu kami makan siang dan aku bertemu kak Doni .
“hei” kak Doni manyapaku
“oh halo kak” aku membalas sapaan nya
“kmu dari kelompok amira ya?”
“iya kak, kenapa?”
“tolong berikan ini kepada amira, ini tadi dia terlupa dengan daftar penilaian ospeknya!”
“iyakak nanti aku kasih ke kak amira”
“terima kasi ya,, asalamuaikum” dia memberio salam
“wa’alaikumsalam”
Setelah aku selesai bertemu kak doni semua anak perempuan mellihatiku Aku bigung kenapa mereka harus melihatiku seperti itu. Aku hanya terus melanjutklan makan dan memberikan kertas ke kak Amira.
Satu minggu berlalu, ospek yang ku duga-duga sangat mengerIkan ternyata berbanding terbalik! Sangat menyenangkan, dari pengenalan sekolah hingga ajang balas dendam kepada kakak pengospek. Semua seru! Tapi semoa anak selalu melihati ku saat aku dekat dengan kak Doni, ya.. seperti saat balas dendam saat itu. aku bingung sampai di suatu malam semua anak bercerita dan bersharing bahwa banyak sekali anak perempuan yan menyukai kak Doni dan ternyata aku beru menyadari kenapa mereka melihatiku seperti itu. Aku hanya bertanggapan biasa tentang hal itu karena aku merasa biasa saat bertemu atau berbicara dengan kak Doni.
Selang 2 minggu banyak swekali teman ku di sana dari laki-laki hingga perempuan. Biasanay sesuai dengan perjanjian sekolah. Sekolah akan mengadakan te sgrati satau beasiswa untuk anak kurnag mampu di sma kami. Tapi hingga 2 minggu ini anak itu tidak ada. Aku tau itu dari kak amira, kami berteman baik sekarang. Aku pun suda kerasan tinggal di asrma dan hamper lupa dengan kekangena bersama keluaraga. Sekarang keluargaku hanya menjemput 1 sekali unutuk pulang. Keanehan dalam sekolah ku bisanya selalu ada toga orang anak laki-laki yang melemparkan batu ke pagar sekolah tiap sore sehabis ashar. Aku tidak tau siapa mereka, tapi sepertinya mereka punya masalah dengan sekolah ini.
Sekolah mengadanakan Study Tour ke Kebun Raya Bogor. Kita semua sudah berseragam dan sudah pula di beri instruksi untuk pergi ke sana. Tersedia bis untuk seluruh murid. Di perjalanan baru sekirar 3 meter dari sekolah , 3 orang anak itu ada lagi dan melempari kaca bis. Karena aku sedang sakit kepala, pusing dan mereka membuat ku marah aku keluar dari bis dam marah-marah pada mereka
“Hey ngapain sih kalian? udah berkali-kali kalian lempar-lrmpar batu ke sekolah kami, sekarang kalian lempar batu ke bis kami juga? Ampundeh!” kata ku sambil memarahi mereka
“Itu semua gara-gara kalian teman kita tidak bisa sekolah!” seorang anak berbicara
“Apa maksud kalian?”
“Teman kami Leeha itu sudah keterima kok untuk sekolah di sekolah kalian dari beasiswa tapi kok saat mau sekolah dia di ancam begitu sama salah satu murid yang mengataka kalau dia sekolah akan mengkotorkan sekolah kalian dengan anak miskin!”
“Siapa yang seperti itu? Tidak ada yang membuat seperti itu mungkin karena dia nya saja yang malas”
“gak mungkin!” satu anak membantah ku
Pak Kepala sekolah dan kak Doni menyusul ku untuk tetap sabar dan tenang. Lalu kami dia aja ke rumah anak yang bernama Leeha tadi. Ternyata memang benar, ada seorang anak yang usil membuat surat atas nama seluruh muris SMA kami untuk menyuruh anak perempuan itu atau Leeha agara tidak sekolah di sekolah kami. Dengan alasan membuat malu sekolah. Pak kepala sekola langsung megerti dan mengajak leeha kesekolah sekarang juga, memakai seregam dan ikut Study Tour bagai murid SMA kami. Aku yang awalnya dengki pada teman Leeha meminta maaf atas perkataan ku, dan bila tidak ada mereka mungkin leeha bisa saja tidak sekolah selamanya. Pak kepala sekolah juga berterima kasih kepada saku karena sudah mengingatkan tentang masalah sekolah ini, tapi terap caraku salah dan harus memperbaikinya. Sekolah akan mencari siapa yang sudah membuat surat itu. Kak Doni juga ikut berterima kasih kepada aku karena sudah memecah kan satu masalah yang ada di sekolah.
Semua kembali lancar. Sesudah Study Tour dari Kebun Raya Bogor kita semua kembali belajar dengan giat. Ternyata 3 anak yang membela Leeha tadi juga di beri beasiwa! Mereka adalah Ismail, Deni dan Diyo. Mereka menjadi akrab dengan Ku dan kita berteman dekat di sekolah. Kehidupan ku lancer di sekolah dengan prestasi yang cukup. Tapi aku tetap merasa ada yang aneh pada sekolah ini. Mungkin aku bias mencari tau tentang siapa murid yang mengusili Leeha.
Suatu pagi di aku sedang bersiap membereskan baju kotor ku untuk di taruh di laundy. Tapi ternyata hari ini adalah ahari unutuk semua murid mencuci baju sendiri. Akhirnya kita mencuci baju sendidri. Aku yang tak terlalu pandai mencuci baju meminta tolong pada Leeha membantuku. Sambil melihat ajaran Leeha ku lihat ada sorang anak perempuan yang melewati tumpukan baju Leeha dengan cepat, tapi aku hanay menghiraukan nya. Setelah Leeha mengajarika ia berteriak dan mengatakan bahawa ada kecoa di kernajang nya.
“Aaaaaaaaaaaaaaaa.” Leeha berteriak
“Kenapa? Kenapa?” murid-murid lain bertanya
“Ada tikus di keranjang ku” jawabnya
“Maaf ya Leeha bukan bermaksud menuduh, tapi berarti kamu jorok dong” kata kak Amira
“Sudah-sudah Leeha bersihkan saja baju mud an buang tikus nya” ibu guru memotong
Aku melihat sofat kak Amira yang seperti memojokan dan seakan-akan tau kalau dia jorok.
Aku menceritakan hal itu pada kak Doni dia keget melihat sifat Amira yang beda, padahal dia selalu rmah pada semua anak. Akupun mulai curiga pada kak Amira mungkin saja dia yang megirim surat itu. Tapi aku tidak punya bukti dan itu belum pasti pula. Yah tidak baik juga untuk berfikiran negatif.
Kak Doni bercerita pada ku, ia pernah melihat di suatu malam ada seorang anak yang memasuki Lab komputer, tanpa seijin sekolah ataupun tugas tapi dia dapat masuk ke Lab itu padahal Lab itu di kunci. Sangat ironis padahal yang memiliki kuci Lab hanys guru dan ketua osis. Kami curiga seperti nya anak itu yang mengirim surat. Dan sepertinya anak itu bisa saja anak dari komite sekolah. Kami jadi pensaran, akhir nya kami melakuakn penyalidikan tentang anak pengirim surat itu.
Yang pertama kami lakukan adalah mencari tau siapa saja anak adari komite sekolah. Ternyata ada kak Amira, Lutfi, Khairan dan Sinta. Biasanya anak komite punya akses tersendiri di sekolah makanya kita memilih mereka sebagai kandidat. Lalu kami observasi ke rumah Leeha tidak terlihat apa-apa tapi kata Leeha dia dapat surat itu dari bapak-bapak besar dengan seragam sekolah kita, serta satu orang anak yang menjatuh kan bungkus permen karet di situ. Masalah belum terpecahkan kita masih belum tahu siapa yang jadi pelakunya. Tapi, aku ingat bahwa yang selalu makan permen karet itu kak Amira. Dan tidak mungkinlah seorang anak pesantren di boleh kan makan permen karet dan dapat permen karet dari mana pula? Kak Amira lah yang selalu ada permen karet karena dapat dari teman bapak nya yang komite sekolah kan. Tapi kit amasih belum cukup bukti Amira pun pasti masih bisa mengelak. 1 bukti baru terpecahkan.
Tapi sebenar nya ada bukti lma yang di anggap tabu. Yaitu sikap kak Amira pada Leeha yang jahat, judes dann seperti benci. Semua terlihat dari mimik wajahnya, kalau kalian perhatikan. Untuk membuktikan nya aku memoto muka kak Amira saat melihat Leeha, Berpapasan dengan Leeha dan kegiatan lain yang membuat muka kak Amira ruwet. Bukti kedua terpecahakan!
Saat free time di sekolah di muai kami selalu mengadakan kegiatan sendiri seperti tidur malas dikamar, jalan-jalan ke area outbound, atau makan sepuasnya di kantin. Tapi kebiasaaan kak Amira saat free time di seklah adalah mengajak anak lain untuk mengobrol dengan pak security di SMA ku. Sangat aneh, masa hanya menghabiskan waktu berjam-jam sama security berbadan besar itu.
“Aku tau! Mungkin saja itu dia yang jadi bapak badan besar yang mungkin di ceritak Leeha untuk mengantar surat itu!” kata ku
“Betul, karena pak security itu kan dekat dengan Amira, pasti Amira dapat bersekokngkol dengan nya. Walau dia tak mau juga dia di ancam dari sekolah ini karena bapak nya Amira komite sekolah.
Bukti ketiga pun muncul dengan sempurna.
Doni berpikir kalau memnag sekolah kita canggih kenapa kita tak lihat cctv saja? Dan kenapa sekolah tidak menemukan di cctv? Pasti ada yang bersekongkol lagi dengan pegurus kamera cctv. Pak security yang memegang bagian cctv kan, ohh pasti ada kaset atau rekama yang di rahasiakan. Oh.. ternyata bukti keempat ada juga.
Sudah empat bukti kitapunyai tapi tinggal satu bukti itu! Adalah bagaimana anak itu keruang computer dan magai mana orang itu bisa keluar skolah. Aku punya rencana untuk main ke kamar asrama akak Amira sedangkan Doni, Ismail, Deni dan Diyo bertanya-tanya ke pak secutity dan mencoba-coba belajar pakai cctv sebagai alasan.
Saat bermain ke kamar ka amira akamr nya sanga rapih, dan enak aku bermain sambil bercanda di kamarnya. Seru sekali sampai lupa misi ku tapi aku tak tahu mulai dari mana. Bagai man akalau mulau dari kunci! Ada suatu gantungan kunci yang berisi kunci yang banyak aku mau mengambil nya tapi tak tau dengan apa alasan nya. Saat kak Amira ke toiliet karanya aku pura-pura juga ingin ke toilet tapi toilet umum sekolah saja. Langsung ku ambil saja kuncinya dan kucopba semu adi rung computer. Dan ada satu kunci yang bias! Yey bukti lagi. Tapi bagaimana cara mengembalikan kuncinya? Untyunglah saat ku dating kak Amira masih di toilet jadi masih bisa ku kemopaliakn ketempatnya. Menurut Doni, dia juag menemukan bukti yaitu asda satu kaset cctv yang di sembunyikan dan dia tak memperbolehkan kita untuk melihatnya. Bukti lagi
Setelah beberapa minggu penyelidikan kami memutus kan untuk memberi yahu penyelidikan kami. Kami buat penyelidikan kami dalam netuk proposal dan lisan jugaayau kami ceritakan. Saat hari H kita sudah bersiap dengan semua resiko. Kami berikan proposal dan penjelasan kami pada pak kepala sekolah dia mendengarkan dan mulai bergerak. Pertama di ake kamar kak Amira kunci masih da adan kunci bisa membuka runag computer juga masih ada. Misi berhasil! Saat kepala sekolah menanyakan tentang kaset cctv itu, betul! Ada vidio anak yang ke ruang kompiter secara illegal. Dan pad suatu malam Amira menag pergi sambil memakan permen karet ke rumah Leeha. Masalh terpecahkan! Kita semua tau keburukan Amira. Amira dan pak security di hokum tapi tak di keluarkan dari sekolah.
Semenjak itu kita seua di ajarkan utuk meneriam semua orang dari semua kalangan. Tak ada halangan miskin atau kaya untuk mengenyam pendidikan. Leeha dan kak Amira sekarang sudah berteman baik. Aku juga sama kak Amira btetap bersahabat malah dia berterima kasih papa aku karena telah menyadarkan nya.

Kartika nur aulia 9a

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: